
TANGERANG – Sebagai upaya nyata dalam membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills) dan kemandirian ekonomi, SMAIT Tunas Harapan Ilahi (THI) meresmikan dan mengaktifkan program Lab Bisnis. Program ini dirancang sebagai laboratorium hidup di mana siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi terjun langsung mengelola unit usaha secara profesional di lingkungan sekolah.
Struktur Manajemen Profesional oleh Siswa Program Lab Bisnis ini sepenuhnya dikelola oleh kolaborasi siswa-siswi kelas X dan XI. Layaknya sebuah perusahaan profesional, para siswa dibagi ke dalam berbagai peran strategis untuk menjalankan roda usaha, yang terdiri dari:
Manager: Bertanggung jawab atas koordinasi seluruh tim dan pengambilan keputusan operasional.
Bendahara: Mengelola arus kas, pencatatan laba rugi, dan administrasi keuangan secara transparan.
Tim Operasional & Sales: Bertugas dalam proses pelayanan pelanggan dan teknis berjualan harian.
Melatih Mentalitas dan Kualitas Produk Melalui Lab Bisnis, para siswa aktif berjualan berbagai produk berkualitas, mulai dari aneka nasi box hingga aneka snack dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp12.000. Kegiatan ini menjadi ajang latihan mental bagi siswa untuk berinteraksi dengan pelanggan, mengelola stok barang, hingga menyusun strategi pemasaran yang efektif.
“Lab Bisnis ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan kawah candradimuka bagi siswa untuk melatih disiplin, kejujuran dalam keuangan, dan kerja sama tim. Kami ingin lulusan SMAIT THI memiliki mentalitas entrepreneur yang tangguh,” ujar perwakilan manajemen sekolah.
Sarana Belajar yang Menyenangkan Dengan mengenakan seragam apron dan atribut “Lab Bisnis” yang rapi, para siswa tampak antusias menjalankan tugas mereka. Program ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi dan memecahkan masalah praktis di lapangan.
Melalui kehadiran Lab Bisnis, SMAIT Tunas Harapan Ilahi berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, menyeimbangkan antara kecakapan akademik, karakter religius, dan kemandirian finansial sejak dini.
